Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Lady Gaga vs Dangdut


13371585711001044079

Ada dua alasan mengapa konser Lady Gaga dilarang dan ditentang keras di Indoesia. Pertama, karena Lady Gaga yang dianggap sebagai pemuja setan. Kedua, karena Lady Gaga dianggap sering melakukan tindakan pornografi dengan pakaiannya yang minim dan gayanya yang sensual. Saya tidak mau berkomentar terlalu jauh untuk alasan yang pertama, meskipun sejak dulu, banyak juga penyanyi/grup band luar yang “setan-setanan” dan sukses konser di Indonesia. Jadi disini saya hanya akan mengomentari alasan kedua, yaitu masalah Lady Gaga yang dianggap sering melakukan pornoaksi yang tentu saja tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Lalu apa yang sesuai dengan budaya kita? Ini dia!

Ya, dangdut. Memang banyak konser dangdut yang dilakukan dengan baik dan benar, namun tidak sedikit juga konser dangdut yang dilakukan secara fulgar. Bahkan lebih fulgar daripada konser Lady Gaga itu sendiri. Parahnya lagi, seperti yang bisa kalian liat diatas, tidak jarang konser dangdut itu diselenggarakan untuk kampanye politisi dan partai politik. Penonton konser dangdut ini juga bisa dibilang tidak terbatas. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Lalu dengan kondisi seperti ini, pantaskah konser Lady Gaga ditentang dengan alasan pornografi? Mengapa pihak-pihak yang menentang konser Lady Gaga tidak pula menentang konser-konser dangdut erotis semacam ini? Tidak tahu? Tidak berani? Atau justru pihak-pihak yang menentang konser lady gaga tersebut justru ikut menikmati konser-konser dangdut semacam ini?

1337148507152456218113371476861552110019

Sumber Gambar: zonaunik.com, kapanlagi.com, hollywoodallstarz.blogspot.com.

Sabtu, 24 Maret 2012

BLT di Mata Rakyat Kecil


Seiring dengan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 april 2012 mendatang, pemerintah juga ternyata sudah merencanakan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). BLSM adalah sebuah bantuan dengan cara memberikan sejumlah uang dalam periode tertentu kepada masyarakat yang tidak mampu. Jika kita telusuri lagi, bantuan semacam ini sangat mirip dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang juga diberikan kepada masyarakat tidak mampu pada saat BBM naik beberapa tahun yang lalu.

Bantuan semacam ini terbukti tidak efektif pada waktu itu. Di berbagai daerah banyak terjadi pemberian BLT yang tidak tepat sasaran. Selain itu, pemberian BLT pada waktu itu juga menimbulkan antrean yang tidak terorganisir sehingga menimbulkan kericuhan dimana-mana. Terakhir, BLT juga dinilai oleh sejumlah kalangan sebagai cara yang tidak mendidik dan terlalu memanjakan masyarakat. Lantas bagaiman tanggapan masyarakat tidak mampu atas rencana pemberian BLT jilid dua yang sekarang dinamakan BLSM ini?

Saiful (38), mengaku bahwa pemberian BLSM yang akan diberikan nanti tidak akan banyak menolong dirinya. Selain sifatnya yang hanya sementara, saiful juga mengeluh akan mengalami kesulitan jika pengambilan BLSM nanti harus melewati antrean yang panjang dan rawan kericuhan seperti pengambilan BLT dulu. “Dulu saja saya harus desak-desakan tiap ada pengambilan BLT, susah banget prosesnya,” keluhnya. Pedagang ketoprak keliling itu pun mengaku lebih memilih agar BBM tidak dinaikkan daripada harus berjibaku berebut BLSM.

Senada dengan saiful, Nur (41) juga mengaku lebih memilih agar BBM tidak dinaikkan daripada menerima BLSM. Dia mengaku sulit jika harus berdesak-desakan saat pengambilan BLSM. Wanita paruh baya yang sehari-hari bekerja menjaga warung kecil miliknya ini mengaku akan lebih baik jika BLSM diberikan dalam satu periode saja, tetapi dengan jumlah yang sekaligus besar, sehingga bisa digunakan sebagai tambahan modal usaha. “Kalau dikasihnya dikit-dikit begitu sih, cuma habis buat kebutuhan rumah tangga saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ali (42) mengaku sudah kapok dengan BLT dan sejenisnya. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai cleaning service ini mengaku bahwa dirinya tidak hanya disulitkan dengan antrean yang panjang dan berdesak-desakan, tapi juga dengan syarat administrasi yang sulit. “Mengurus syarat-syaratnya saja sudah susah, waktu syarat-syaratnya sudah lengkap, harus desak-desakan. Setelah berjam-jam desak-desakan, uangnya sudah habis dan saya tidak kebagian. Kapok saya!” keluh bapak empat anak tersebut.

Hengki (36), juga mengungkapkan hal yang sama. “Syarat untuk dapat BLT itu susah sekali, heran saya,” ujarnya. Meskipun begitu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini mengaku terpaksa mengikuti proses pembagian BLT karena itulah satu-satunya opsi bantuan dari pemerintah. Baginya, sedikit banyak, BLT dapat membantu meringankan beban dirinya dan keluarga. “Ya kalau tidak diambil kan sayang. Walaupun harus desak-desakan, tidak masalah lah, namanya perjuangan,” ujarnya.

Pada dasarnya, masyarakat kecil kurang setuju dengan adanya pemberian bantuan langsung dari pemerintah seperti BLT dan BLSM. Namun, karena itu adalah satu-satunya opsi yang ditwarkan, mereka pun mau tidak mau, terpaksa harus menerimanya. Kedepannya, pemerintah diharapkan bisa member opsi bantuan lain yang lebih baik kepada masyarakat kecil. Jika opsi lain itu memang tidak ada, setidaknya BLT jilid II yang sudah berubah nama menjadi BLSM ini diharapkan bisa berjalan dengan proses yang jauh lebih baik dari BLT terdahulu.

Rabu, 07 Maret 2012

BBM Akan Naik, Sembako Tetap Stabil


Hari ini hari pertama gw magang sebagai jurnalis di Pikiran Rakyat Bandung. Tugasnya adalah membuat berita tentang dampak rencana kenaikan harga BBM terhadap harga sembako. Kedengerannya keren, tapi wawancaranya ke pasar tradisional. Oke, gakpapa lah. Sekarang wawancara orang kecil dulu, nanti baru wawancara orang hebat. Segalanya emang harus mulai dari nol kan? Setelah selesai wawancara ke 2 pasar tradisional, gw pun langsung meluncur ke kantor untuk nulis beritanya. Dan inilah hasilnya:

 

Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan serempak di seluruh Indonseia pada 1 april nanti, ternyata belum berpengaruh banyak terhadap harga bahan-bahan pokok di pasar tradisional. Setidaknya hal itulah yang diungkapkan oleh sejumlah pedagang  di dua pasar tradisional di kota Bandung, yaitu pasar gordon dan pasar dayeuhkolot. Mereka umumnya mengatakan bahwa harga bahan-bahan pokok yang mereka jual masih stabil. Mereka pun berharap kestabilan harga ini tetap terjaga sampai BBM benar-benar naik pada satu april nanti, sehingga baik pedagang maupun pembeli sama-sama tidak dirugikan.
Harga beras masih dalam kisaran Rp. 8.000/kg untuk beras kualitas sedang dan Rp. 9.000/kg untuk beras kualitas super. Menurut Ade (32), harga beras akhir-akhir ini memang sering naik turun, namun masih dalam kisaran yang wajar. Meskipun begitu, ketidakstabilan harga beras ini lebih dipicu oleh faktor volume beras yang dipanen dan diedarkan di pasaran, bukan karena faktor rencana kenaikan BBM. “Kalau beras lagi banyak, ya harganya murah, tapi kalo lagi dikit ya harganya bisa lebih mahal,” lanjut pedagang beras di pasar Gordon tersebut.
Jika beras mengalami harga yang cendrung tidak stabil, maka lain lagi dengan sayur mayur. Karyati (40) mengungkapkan bahwa harga sayur mayur akhir-akhir ini sangat stabil. Pedagang khusus sayur-mayur di pasar dayeuhkolot ini juga berharap agar harga terus stabil hingga BBM benar-benar dinaikkan nanti. “Semoga harganya tetep stabil terus, kalau bisa jangan naik dulu deh,” ungkapnya.
Sementara itu, Yusuf (38), pedagang daging ayam dan daging sapi di pasar dayeuhkolot, mengatakan bahwa sudah ada ancang-ancang kenaikan untuk mengantisipasi rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Kenaikannya bisa mencapai 10% untuk daging ayam dan 15% untuk daging sapi. Namun menurutnya rencana kenaikan harga ini baru akan diterapkan ketika BBM sudah benar-benar naik pada 1 April nanti. ”Kalau dinaikkan dari sekarang, bisa-bisa kalah saing dengan pedagang lain,” cemasnya.
Kebutuhan pokok lainnya seperti telur ayam, gula pasir dan terigu juga belum mengalami kenaikan. Neneng (37), mengungkapkan bahwa belum ada kenaikan harga dari pemasok akhir-akhir ini, sehingga harga-harga dagangannya pun belum dinaikkan. Untuk ke depannya, Neneng mengaku hanya bisa mengikuti harga pemasok. Jika harga dari pemasok naik pada saat kenaikan BBM 1 april nanti, maka harga sembako-sembako miliknya pun akan ikut naik. “Saya sih ikut aja sama harga dari sananya”, ungkap neneng.
Satu-satunya harga bahan pokok yang naik adalah minyak goreng. Minyak goreng curah yang awalnya Rp. 10.000/kg kini mulai merangkak naik menjadi Rp.11.000/kg sementara minyak goreng kemasan yang awalnya Rp. 20.000 juga naik menjadi Rp. 23.000  dan kemungkinan akan mengalami kenaikan kembali saat harga BBM naik nanti. “Nanti sih kemungkinan bakal naik lagi kang,” ungkap taufik (22), pedagang minyak goreng di pasar gordon.
Sebagian besar kebutuhan pokok memang belum naik seiring rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 april nanti, namun sejumlah pedagang sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga barang dagangannya. Para pedagang tersebut pun berharap agar konsumen tidak kaget lagi saat harga mulai dinaikkan nanti. “Konsumen kan udah ngerti dengan situasi dan kondisinya, jadi saya harap mereka gak kaget lagi waktu harga naik nanti ya kang,” jelas salah satu pedagang sembako di pasar dayeuhkolot kepada wartawan PR.


Ini hasil sebelum diedit sama bos sekaligus pembimbing magang gw, teh rika. Hasil setelah dieditnya gak tau deh jadinya gimana. Kalo yang diedit cuma dikit berarti tulisan gw bagus, tapi kalo yang diedit banyak berarti tulisan gw ancur. Tapi, apapun  hasilnya nanti, gw bangga dengan tugas berita resmi pertama gw sebagai jurnalis ini. :)

Senin, 20 Februari 2012

Pengalaman Berwirausaha Pemilik Madtari, Menginspirasi


Ini tugas mata kuliah entrepreneurship/kewirausahaan. Tugasnya disuruh mewawancarai seorang entrepreneur yang usahanya sudah mulai berjalan minimal 3 tahun, dan pilihan gw jatuh kepada Madtari. Memang agak susah menemui pemiliknya, tapi setelah ditemui ternyata orangnya ramah dan asik, kisah hidupnya juga cukup menginspirasi. Ini dia sejarah singkat Madtari.
 
Madtari. Ketika mendengar kata ini, pikiran orang-orang yang tinggal di bandung pasti akan langsung tertuju kepada sebuah cafe yang terletak di kawasan dago.  Café yang terkenal dengan porsi kejunya yang sangat banyak ini, ternyata sudah mulai dirintis dari tahun 1997. Hanya memulai usahanya dari pedagang kaki lima, Om David, begitu beliau biasa disapa, sukses membawa madtari menjadi salah satu café besar yang paling dikenal di kota bandung. Usaha Om David ini dimulai ketika beliau melihat sebuah peluang emas. Pria yang berasal dari Garut ini merasa bahwa tanaman pisang yang sangat banyak di daerahnya tidak memiliki nilai jual sama sekali. Beliau pun berpikir keras bagaimana caranya agar pisang-pisang yang menumpuk itu dapat dijual di pasaran.
Setelah mendapatkan ide cemerlang, tanpa pikir panjang lagi, Om David pun berangkat untuk mengadu nasib ke Kota Bandung. Dengan bermodalkan uang 6 juta rupiah, pria yang sekarang baru berusia 36 tahun ini membuka Pisang Bakar Madtari. Jadi, produk dari café madtari ini, awal mulanya hanyalah Pisang Bakar. Seiring waktu berjalan, barulah bertambah menjadi Roti Bakar, Indomie dsb. Sementara, nama madtari sendiri, diambil dari nama orang tua beliau. Om david mengatakan bahwa penggunaan nama tersebut bertujauan agar beliau selalu teringat kepada orang tuanya. Om David juga berharap bahwa penggunaan nama orang tuanya dapat membawa hoki.
Sepanjang perjalanannya, café Madtari ini sudah beberapa kali pindah tempat.  Madtari yang  pertama, berdiri di depan dago plaza tahun 1997. Namun karena daerah tersebut akan dibuat taman, madtari pun mengalami penggusuran dan harus pindah ke BPRS. Setelah itu, café yang sangat digandrungi anak muda untuk nongkrong-nongkrong ini pun kembali mengalami beberapa kali perpindahan tempat, yakni ke Bank Bumi Putra, Dipatiukur hingga akhirnya sekarang ke jalan Ranggagading Dago.
Perjalanan berat dirasakan Om David dari tahun 1997-2001. Menurutnya 4 tahun pertama tersebut adalah masa-masa sulit yang dialami madtari. “Empat tahun pertama itu jangan bicara soal keuntungan dulu, yang penting cukup aja buat makan dan hidup,” ungkap Om David menggambarkan perjuangannya dulu. Namun, Om David Mengungkapkan bahwa hasil yang diraihnya sekarang sangat sesuai dengan masa sulit yang dialaminya dulu. Lebih dari sesuai bahkan.
Om David berpendapat, ada satu hal yang membuat madtari bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini, yaitu harganya yang murah. Pemilik madtari ini mengakui bahwa dalam hal pelayanan, tempat, dan kualitas, madtari masih banyak kalah dengan café-café lainnya. Namun untuk urusan harga, madtari juaranya. Bahkan, ketika pindah ke tempat dengan biaya sewa yang lebih besar, Om David mengaku tidak mau menaikkan harga jual makanannya. Beliau justru lebih memilih siasat lain untuk mengakali sewa tempat yang mahal, yaitu dengan sistem buka 24 Jam.
Ketika ditanya soal penggunaan keju yang sangat banyak, Om David mengaku bahwa madtari memang memiliki kerjasama dengan Kraft. Kerjasama itu dimulai sejak tahun 2007 ketika volume penjualan madtari sudah sangat tinggi. Walaupun begitu, Om David merasa bahwa kerjasama perusahaannya dengan Kraft tidak lantas membuat harga pembelian Keju nomor 1 di Indonesia itu jadi turun drastis dari harga di pasaran. Kerja sama tersebut hanya membuat harga keju kraft turun beberapa persen saja. Lantas jika tidak mendapatkan harga keju yang murah, apa tidak rugi menggunakan keju yang sebanyak itu? Untuk pertanyaan ini, Om David mengaku bahwa madtari hanya mendapatkan keuntungan yang sangat kecil dari makanannya.  Namun, yang namanya makanan, pasti juga ada minuman. Nah, dari minuman inilah madtari mendapatkan keuntungan yang cukup besar.
Untuk pengelolaan cafenya sendiri, Om David mengatakan bahwa café madtari ini tidak menggunakan sistem pembukuan. Jadi beliau tidak tau pasti keuntungan per hari, per bulan atau per tahunnya. Tapi pria yang memang sangat humoris ini sempat bercanda bahwa omset sebulannya cukup untuk membeli satu mobil alphard. Untuk masalah pembukuan ini, Om David pun sadar kalau dirinya memang salah dan tidak patut untuk dicontoh. Untuk pengelolaan karyawan pun, Om David hanya menggunakan sistem kepercayaan penuh. Beliau yakin karyawannya tidak akan macam-macam karena beliau sangat menghargai setiap keringat yang keluar dari tubuh karyawannya. Om David mengaku bahwa karyawannya mendapat gaji yang setimpal dengan usahanya. Karyawan-karyawannya juga tidak dibatasi untuk memakan segala makanan yang ada di café ini. Bahkan yang hebatnya lagi, Om David sangat perduli jika ada karyawannya yang sakit, sampai-sampai dipanggilkan dokter. “Silahkan diklarifikasi sendiri ke karyawan saya,” ucap Om David meyakinkan. Setelah itu, kami pun sempat mewawancarai beberapa karyawannya dan hasil wawancaranya memang sangat sesuai dengan apa yang dikatakan Om David.
Untuk masalah promosi, Om David mengaku tidak melakukan promosi-promosi  tertentu terhadap produknya seperti iklan, diskon dsb. Madtari bisa terkenal, menurutnya hanya dari proses antar mulut ke mulut. “Kami tidak pernah memasang iklan-iklan tertentu baik itu di media cetak maupun elektronik. Diskon-Diskon juga kami gak pernah. Ya, mungkin proses dari mulut ke mulut, antar orang per orang aja kali ya,” ungkap pria yang mempunyai hobi sebagai bikers itu.
Sampai sekarang madtari sudah memiliki 3 anak cabang lainnya, yaitu di Jatinangor, Surapati dan cikutra. Untuk cabang ini, Om David mencoba bermain aman dengan membeli langsung tanahnya. Jadi, untuk cabang, tanahnya sudah milik pribadi. Lain dengan pusat yang tanahnya masih sewa karena harganya yang sangat mahal. Selain untuk mengejar keuntungan lebih, Om David mengibaratkan ketiga cabangnya ini sebagai candi-candi. “Jadi Madtari pusat adalah candi besarnya dan ketiga cabang adalah candi kecilnya. Jika Candi besar runtuh, setidaknya masih ada candi-candi yang kecil,” ungkap Om David. Untuk ke depannya Om David mengaku akan membuka cabang lebih banyak lagi jika kondisinya mendukung. Sayangnya, cabang-cabang madtari ini belum ada yang dibuat dalam bentuk franchise.
Sebagai penutup, Om David sebagai Entrepreneur yang cukup sukses kemudian memberikan Tips-Tips usaha. Tips pertama yang paling penting untuk memulai sebuah usaha adalah berani. Berani memulai dan berani mengambil resiko. Tips yang kedua, ketika usaha sudah kita mulai, kita harus sabar. Sabar dalam artian jangan cepat putus asa dan jangan cepat gonta-ganti usaha. Om David mengibaratkan hal ini seperti bercocok tanam. “Misalnya kita nanam padi, terus karena lama buahnya, dicabut. Terus kita nanam jagung, terus karena buahnya lama lagi, dicabut lagi. Kapan mau dapet hasilnya kalo gitu terus?” Ungkap Om David menggambarkan. Tips yang terakhir adalah dukungan dari keluarga. Dukungan ayah, ibu, istri dan anak bila yang sudah berkeluarga, itu sangat penting. Kalo tiga itu udah ada dalam usaha, insyaallah lah,” ungkapnya meyakinkan.

Kamis, 19 Mei 2011

Argumentative Essay: National Examination Must be Stopped



Seventeen-years-old girl tried to jump from the top of BSM building. She tried to kill herself. If the mall security failed to stop her, she would become 16th student who have been killed in this week because of national examination. National examination is an exam to evaluate the education degree of student in elementary school, junior high school and senior high school. The students who pass the exam can continue their study to higher level while the students who are not will have to stay and follow the next national examination. This exam has become a big problem in Indonesia recently. As the one who ever join and feel the atmosphere of national examination, I believe that this exam would be a big problem because is unfair, full of cheating, and could disturb student’s mental & psychological.
How long we study at school? It takes six years in elementary school and three years in junior/senior high school. And how long we do the national examination? It is only takes a few days. So, do you think it is fair? Of course not! Many years we have spent our time to study at school only decided by a few days. Just imagine how lucky the lazy student who rarely come to the school, follow the exam and pass it. And now imagine how unfortunate the diligent student who always come to the school, follow the exam and fail.
It is not a secret again that national examination is full of cheating. All people know about that.  Almost every students, no matter how stupid or smart they are, is cheating. Not only students, teachers hand headmaster are also trying to help their students in this exam. From sending a short message until come directly to the class, everything they do as long as they can make their students pass by 100%. After all that bad things happen, just imagine what will happen with our youngster? Cheating will become their habit & in the future, this country will be lead by many cheating leader. Oh, poor Indonesia.
Student’s mental & psychological is also can be disturbed by the national examination. It is very natural that the students, who are still child and teenager, will be stressful to face that kind of pressure. As a result, they cannot answer the question as smooth as their quality of brain and intelligence has to. Furthermore, students who failed in this exam can be really stressful and hopeless. They are become frustration. They do many dangerous things to express their sadness and anger such as, race, drug, free sex, until doing a suicide.
Peoples claim that national examination is very good for education in Indonesia. They said that it can evaluate and standardize our student’s education degree. I totally disagree with that statement. According to me, many students can pass the national examination because of their luck, not because they are diligent or clever. Yes, they are lucky to get the answer from teacher or friend. They are also lucky to have a healthy body when national examination being held. So, national examination cannot be the evaluation and standardization for our student’s education degree.
            For many years, national examination has become very big problem for educational system in Indonesia. Education is a branch of everything. If this educational problem cannot be finished as soon as possible, all aspect in this country like economical, political, social & cultural will broken too. In short, I think there are no reasons for continuing national examination. National examination must be stopped and changed by a new better system.



Rabu, 27 April 2011

Kenapa Harus Ibu Kartini?

(Oke, ini tugas naskah pidato public speaking gw, karena gw pikir hasilnya lumayan, akhirnya gw memutuskan untuk posting di blog. Enjoy guys!)

Ibu kita kartini, putri sejati, putri indonesia, harum namanya (song). Anda semua pasti tahu dan kenal betul dengan lagu yang saya nyanyikan barusan. Ya, itu tadi adalah sebuah lirik lagu yang didedikasikan untuk ibu pelopor emansipasi wanita indonesia kita, Raden Ajeng Kartini. Tapi tahukah anda sejarah mengenai Raden Ajeng Kartini ini? Bagaimana usaha dan kerja keras beliau untuk meningkatkan derajat wanita indonesia? Hhhmm, terus terang saya kurang yakin, karena itu dalam kesempatan kali ini saya akan menceritakan kembali sejarah singkat mengenai ibu kartini ini.
RA kartini  lahir di jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879. Di massa hidupnya, beliau sering mempelajari budaya-budaya wanita eropa dengan aktif membaca dan mempelajari berbagai artikel mengenai budaya wanita eropa. Beliau juga aktif menjalin relasi dengan teman korespondensi belandanya dengan cara mencurahkan isi pikirannya di dalam surat dan mengirim ke teman-teman korespondensinya. Sayangnya hidup katini tidak lama. Beliau wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Selanjutnya, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang yang kita kenal hingga sekarang. Tidak hanya sebuah buku, kerja keras dan pemikiran yang tergambar di dalam surat-surat kartini juga berhasil menghasilkan sebuah sekolah wanita yang kemudian diberi nama sekolah kartini.
Jadi sekarang kita sudah sedikit tahu, dari hasil buah pemikiran kartini yang dituangkan ke dalam surat-surat dan kemudian di kirimkan kepada teman-teman korespondensinya, muncullah sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” & “Sekolah Kartini” yang dianggap sebagai inspirasi kebangkitan wanita indonesia yang status sosialnya sempat terpuruk dalam waktu yang cukup lama. Dan jadilah RA Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah, kenapa seorang wanita yang “hanya” menulis ide dan pemikirannya di surat kemudian bisa dinobatkan sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa Indonesia? Padahal masih banyak pahlawan wanita kita lainnya seperti cut nyak dien, cut nyak meutia ataupun Martha Christina Tiahahu yang bahkan ikut angkat senjata mendampingi pria-pria perkasa untuk melawan belanda.
Sebelumnya saya minta maaf kepada kalian yang merupakan fans kartini sejati, saya disini  sama sekali tidak mencoba untuk meragukan integritas seorang RA kartini. Namun saya hanya mencoba untuk mengajak diri saya dan anda semua untuk berpikir kritis dengan membandingkan perjuangan kartini dengan pahlawan-pahlawan wanita indonesia lainnya. Tapi jangan khawatir, saya akan mencoba menjawab pertanyaan kritis saya dengan jawaban yang kritis pula.
RA Kartini memang tidak pernah mengangkat senjata untuk melawan penjajah belanda seperti para pahlawan wanita lainnya. Namun coba pikir lagi, apalah artinya ikut berperang dan berhasil menumbangkan banyak lawan jika tidak bisa membuat kondisi kita sendiri menjadi bangkit? RA Kartini berbeda dari pahlawan lainnya. She is a unique hero. Pahlawan lain mengangkat derajat dan martabat bangsa indonesia dengan berperang mengalahkan penjajah. Namun kartini mengangkat derajat dan martabat bangsa indonesia, dengan meninggikan kualitas bangsa indonesia itu sendiri. Karena itulah saya pikir seorang RA Kartini pantas dijadikan sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa. Terkadang, tidak harus selalu berperang dan bersimbah darah untuk menjadi pahlawan kan? Dengan ide, gagasan atau apapun itu, selama yang dihasilkan orang itu dapat membangkitkan dan mengharumkan nama bangsa, tentu saja patut disebut sebagai pahlawan.

Senin, 25 April 2011

Argumentative Paragraph: Wearing School Uniform, Why Not?



            Almost every school especially in indonesia has their own uniform. This year, our campus Institut Manajemen Telkom is trying to make a rule for their student to  wear uniform. Pro & contra appear about this rule. Many student disagree but still there are some who agree. So, how about me? Yes, I am the one who totally agree with this rule. Although have some negative effect to my own self, like I can not make my self cool with my own style, wearing school uniform have many positive effect in general. First, it can erase social envy. We wear the same clothes, so there are no differences beetwen the rich and the poor. Not only can erase social envy, but wearing uniform also can continue our campus tradition. For many years, we know that two other institutions in YPT, Institut Teknologi Telkom & Politeknik Telkom always wear their own uniform. So why dont we? The final reason is because the uniform is like a symbol or a sign for a student. By wearing uniform, all people would  know what school we come from. So it will be better to take care your attitude when we are wearing a uniform. In conclusion, although have some negative effects in personal, wearing school uniform has many positive effects in general.



Selasa, 19 April 2011

Argumentative Paragraph: Education for Woman is Wasting Time



Before independent day, there is an argument claimed that education for woman is wasting time. Time is running out, 65 five years goes bye after independent day, but nothing changing. Still there are many people judge that the woman is stupid and education will have no influence for them at all. This is nonsense. Nobody is stupid. By working hard, anyone, without see about gender or IQ can achieve anything. It is proved. Nowadays, many women becoming successful person and being important figure in their own country and all over the world. Judging that education for woman is wasting time is also against with human rights. We are Indonesia, a country who always put number one attention about human rights. Everyone have to get their rights since they were born here, without see about gender or anything. And education, is one of the most important things must got by every person according to their human rights.