Kamis, 21 Juli 2011

Perbedaan Naskah Radio Umum dan Naskah Radio Anak


NASKAH RADIO UMUM

IRWAN YULIANSYAH DAN NANDI MAHYAR TEWAS/ SETELAH SEPEDA MOTOR YANG MEREKA TUMPANGI/ BERTABRAKAN DENGAN TRUK PENGANGKAT PASIR// KECELAKAAN TERSEBUT TERJADI KETIKA KEDUANYA MELAHAP SEBUAH TIKUNGAN DI JALAN PARIGI-PANYINDANGAN/ KAMPUNG BABAKAN LOA/ DESA MARGAMUKTI/ KECAMATAN SUMEDANG UTARA/ TEPATNYA DI DEPAN PASAR BAMBU KUNING/ JAM 9 PAGI INI//  KECEELAKAAN TERSEBUT TERJADI KARENA KEDUA REMAJA TERSEBUT MENIKUNG TERLALU KE TENGAH//  SAAT BERSAMAAN/ DARI ARAH BERLAWANAN/ DATANG TRUK DIESEL PENGANGKUT PASIR/ /  MISNA YANG MERUPAKAN SUPIR TRUK TERSEBUT/  MENGATAKAN BAHWA MOTOR YANG DIKENDARAI KEDUA REMAJA TERSEBUT TERLALU KENCANG/ SEHINGGA DIA TIDAK SEMPAT UNTUK MENGEREM //  AKIBAT KECELAKAAN TERSEBUT IWAN TERLINDAS RODA BELAKANG TRUK/ SEMENTARA NANDI YANG DIBONCENG TERLINDAS RODA BAN DEPAN//  KEDUA KORBAN SEMPAT DIBAWA KE RUMAH SAKIT NAMUN APA DAYA NYAWA MEREKA TIDAK TERSELAMATKAN/


NASKAH RADIO ANAK

NAH ADIK-ADIK SEMUANYA/ SEBELUM KAKAK MUTERIN LAGU SELANJUTNYA/ SEKARANG KAKAK MAU NGSASIH INFO DULU NIH BUAT KALIAN SEMUA NIH// JADI SEKITAR JAM 9 TADI PAGI/ ADA KECELAKAAN ANTARA MOTOR YANG DIKENDARAI 2 ORANG REMAJA/ DENGAN MOBIL PENGANGKUT PASIR//  KECELAKAANNYA TERJADI DI JALAN PARIGI PANYINDANGAN/ KAMPUNG BABAKAN LOA/ DESA MARGAMUKTI/ KECAMATAN SUMEDANG UTARA/ YANG DI DEPAN PASAR BAMBU KUNING ITU LOH ADIK-ADIK/ TAU KAN?//  JADI GINI NIH CERITANYA/ KEDUA REMAJA YANG PAKE MOTOR ITU MENIKUNG TERLALU KE KANAN//  LAGIPULA NIH/ MEREKA JUGA BAWA MOTORNYA TERLALU NGEBUT/ SAMPE-SAMPE PAK SOPIR TRUK PUN KAGET DAN GAK SEMPAT MENGEREM TRUKNYA//  AKIBAT KEJADIAN INI, KAKAK IRWAN YULIANSYAH YANG BAWA MOTOR/ DAN KAK NANDI MAHYAR YANG DIBONCENG/ MENGALAMI LUKA PARAH// WALAU SEMPAT DIBAWA KE RUMAH SAKIT/ TAPI NYAWA MEREKA TIDAK TERTOLONG/ YAAH KASIAN YA ADIK-ADIK?//  NAH MAKANYA KALO ADIK-ADIK SEMUA LAGI DALAM PERJALANAN HARUS HATI-HATI, JANGAN NGEBUT-NGEBUT. TERUS SEBELUM BERANGKAT JANGAN LUPA BERDOA. OK?

Kamis, 19 Mei 2011

Argumentative Essay: National Examination Must be Stopped



Seventeen-years-old girl tried to jump from the top of BSM building. She tried to kill herself. If the mall security failed to stop her, she would become 16th student who have been killed in this week because of national examination. National examination is an exam to evaluate the education degree of student in elementary school, junior high school and senior high school. The students who pass the exam can continue their study to higher level while the students who are not will have to stay and follow the next national examination. This exam has become a big problem in Indonesia recently. As the one who ever join and feel the atmosphere of national examination, I believe that this exam would be a big problem because is unfair, full of cheating, and could disturb student’s mental & psychological.
How long we study at school? It takes six years in elementary school and three years in junior/senior high school. And how long we do the national examination? It is only takes a few days. So, do you think it is fair? Of course not! Many years we have spent our time to study at school only decided by a few days. Just imagine how lucky the lazy student who rarely come to the school, follow the exam and pass it. And now imagine how unfortunate the diligent student who always come to the school, follow the exam and fail.
It is not a secret again that national examination is full of cheating. All people know about that.  Almost every students, no matter how stupid or smart they are, is cheating. Not only students, teachers hand headmaster are also trying to help their students in this exam. From sending a short message until come directly to the class, everything they do as long as they can make their students pass by 100%. After all that bad things happen, just imagine what will happen with our youngster? Cheating will become their habit & in the future, this country will be lead by many cheating leader. Oh, poor Indonesia.
Student’s mental & psychological is also can be disturbed by the national examination. It is very natural that the students, who are still child and teenager, will be stressful to face that kind of pressure. As a result, they cannot answer the question as smooth as their quality of brain and intelligence has to. Furthermore, students who failed in this exam can be really stressful and hopeless. They are become frustration. They do many dangerous things to express their sadness and anger such as, race, drug, free sex, until doing a suicide.
Peoples claim that national examination is very good for education in Indonesia. They said that it can evaluate and standardize our student’s education degree. I totally disagree with that statement. According to me, many students can pass the national examination because of their luck, not because they are diligent or clever. Yes, they are lucky to get the answer from teacher or friend. They are also lucky to have a healthy body when national examination being held. So, national examination cannot be the evaluation and standardization for our student’s education degree.
            For many years, national examination has become very big problem for educational system in Indonesia. Education is a branch of everything. If this educational problem cannot be finished as soon as possible, all aspect in this country like economical, political, social & cultural will broken too. In short, I think there are no reasons for continuing national examination. National examination must be stopped and changed by a new better system.



Rabu, 27 April 2011

Kenapa Harus Ibu Kartini?

(Oke, ini tugas naskah pidato public speaking gw, karena gw pikir hasilnya lumayan, akhirnya gw memutuskan untuk posting di blog. Enjoy guys!)

Ibu kita kartini, putri sejati, putri indonesia, harum namanya (song). Anda semua pasti tahu dan kenal betul dengan lagu yang saya nyanyikan barusan. Ya, itu tadi adalah sebuah lirik lagu yang didedikasikan untuk ibu pelopor emansipasi wanita indonesia kita, Raden Ajeng Kartini. Tapi tahukah anda sejarah mengenai Raden Ajeng Kartini ini? Bagaimana usaha dan kerja keras beliau untuk meningkatkan derajat wanita indonesia? Hhhmm, terus terang saya kurang yakin, karena itu dalam kesempatan kali ini saya akan menceritakan kembali sejarah singkat mengenai ibu kartini ini.
RA kartini  lahir di jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879. Di massa hidupnya, beliau sering mempelajari budaya-budaya wanita eropa dengan aktif membaca dan mempelajari berbagai artikel mengenai budaya wanita eropa. Beliau juga aktif menjalin relasi dengan teman korespondensi belandanya dengan cara mencurahkan isi pikirannya di dalam surat dan mengirim ke teman-teman korespondensinya. Sayangnya hidup katini tidak lama. Beliau wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Selanjutnya, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang yang kita kenal hingga sekarang. Tidak hanya sebuah buku, kerja keras dan pemikiran yang tergambar di dalam surat-surat kartini juga berhasil menghasilkan sebuah sekolah wanita yang kemudian diberi nama sekolah kartini.
Jadi sekarang kita sudah sedikit tahu, dari hasil buah pemikiran kartini yang dituangkan ke dalam surat-surat dan kemudian di kirimkan kepada teman-teman korespondensinya, muncullah sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” & “Sekolah Kartini” yang dianggap sebagai inspirasi kebangkitan wanita indonesia yang status sosialnya sempat terpuruk dalam waktu yang cukup lama. Dan jadilah RA Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah, kenapa seorang wanita yang “hanya” menulis ide dan pemikirannya di surat kemudian bisa dinobatkan sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa Indonesia? Padahal masih banyak pahlawan wanita kita lainnya seperti cut nyak dien, cut nyak meutia ataupun Martha Christina Tiahahu yang bahkan ikut angkat senjata mendampingi pria-pria perkasa untuk melawan belanda.
Sebelumnya saya minta maaf kepada kalian yang merupakan fans kartini sejati, saya disini  sama sekali tidak mencoba untuk meragukan integritas seorang RA kartini. Namun saya hanya mencoba untuk mengajak diri saya dan anda semua untuk berpikir kritis dengan membandingkan perjuangan kartini dengan pahlawan-pahlawan wanita indonesia lainnya. Tapi jangan khawatir, saya akan mencoba menjawab pertanyaan kritis saya dengan jawaban yang kritis pula.
RA Kartini memang tidak pernah mengangkat senjata untuk melawan penjajah belanda seperti para pahlawan wanita lainnya. Namun coba pikir lagi, apalah artinya ikut berperang dan berhasil menumbangkan banyak lawan jika tidak bisa membuat kondisi kita sendiri menjadi bangkit? RA Kartini berbeda dari pahlawan lainnya. She is a unique hero. Pahlawan lain mengangkat derajat dan martabat bangsa indonesia dengan berperang mengalahkan penjajah. Namun kartini mengangkat derajat dan martabat bangsa indonesia, dengan meninggikan kualitas bangsa indonesia itu sendiri. Karena itulah saya pikir seorang RA Kartini pantas dijadikan sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa. Terkadang, tidak harus selalu berperang dan bersimbah darah untuk menjadi pahlawan kan? Dengan ide, gagasan atau apapun itu, selama yang dihasilkan orang itu dapat membangkitkan dan mengharumkan nama bangsa, tentu saja patut disebut sebagai pahlawan.

Senin, 25 April 2011

Argumentative Paragraph: Wearing School Uniform, Why Not?



            Almost every school especially in indonesia has their own uniform. This year, our campus Institut Manajemen Telkom is trying to make a rule for their student to  wear uniform. Pro & contra appear about this rule. Many student disagree but still there are some who agree. So, how about me? Yes, I am the one who totally agree with this rule. Although have some negative effect to my own self, like I can not make my self cool with my own style, wearing school uniform have many positive effect in general. First, it can erase social envy. We wear the same clothes, so there are no differences beetwen the rich and the poor. Not only can erase social envy, but wearing uniform also can continue our campus tradition. For many years, we know that two other institutions in YPT, Institut Teknologi Telkom & Politeknik Telkom always wear their own uniform. So why dont we? The final reason is because the uniform is like a symbol or a sign for a student. By wearing uniform, all people would  know what school we come from. So it will be better to take care your attitude when we are wearing a uniform. In conclusion, although have some negative effects in personal, wearing school uniform has many positive effects in general.



Selasa, 19 April 2011

Argumentative Paragraph: Education for Woman is Wasting Time



Before independent day, there is an argument claimed that education for woman is wasting time. Time is running out, 65 five years goes bye after independent day, but nothing changing. Still there are many people judge that the woman is stupid and education will have no influence for them at all. This is nonsense. Nobody is stupid. By working hard, anyone, without see about gender or IQ can achieve anything. It is proved. Nowadays, many women becoming successful person and being important figure in their own country and all over the world. Judging that education for woman is wasting time is also against with human rights. We are Indonesia, a country who always put number one attention about human rights. Everyone have to get their rights since they were born here, without see about gender or anything. And education, is one of the most important things must got by every person according to their human rights.

Rabu, 02 Maret 2011

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari


Ini sebenernyya cuma tugas filsafat, tapi karena setelah gw pikir-pikir keren juga, jadi gw posting aja dah ke blog.



Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Sebuah peribahasa yang sudah sering kita dengar selama ini. Namun alangkah baiknya jika peribahasa ini tidak hanya kita dengar, tetapi juga kita pelajari. Ya, terutama bagi para guru. Banyak orang yang bilang bahwa guru itu adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang guru selalu bekerja tanpa pamrih untuk membuat murid-muridnya menjadi pintar dan terdidik. Tapi dapat kita lihat kenyataanya sekarang bahwa gambaran seorang guru sebagai “pahlawan” tersebut sudah sangat jarang ditemukan. Alih-alih membuat murid-muridnya menjadi seseorang yang terdidik, banyak guru yang justru harus dididik. Mulai dari kemampuan mereka untuk mengajar, hingga kelakuan dan tingkah laku mereka yang benar-benar tidak pantas untuk dijadikan panutan oleh para siswa.
Masalah yang paling mendasar adalah bahwa banyak guru yang tidak memiliki kemampuan untuk mengajar. Bayangkan saja, seorang “pengajar” tetapi tidak bisa “mengajar”. Bahkan banyak guru yang tidak benar-benar menguasai apa yang mereka ajarkan. Sebagai akibatnya mereka menjelaskan kepada murid-muridnya sambil membaca buku/materi tertentu yang jelas akan membuat proses pembelajaran menjadi tidak efektif.
Masalah-masalah lain tentang guru yang tidak kalah pelik adalah mengenai kelakuan dan tingkah laku para guru tersebut. Kelakuan yang sungguh tidak pantas untuk ditiru dan dijadikan panutan oleh para muridnya. Yang pertama adalah banyaknya guru yang merokok di lingkungan sekolah, bahkan dikelas-kelas ketika mereka mengajar. Selain itu banyak pula guru-guru yang malas. Hal ini biasanya terjadi kepada guru PNS (Pegawai Negeri Sippil) karena mereka selalu mendapatkan gaji tetap dari pemerintah setiap bulannya tak perduli apapun kontribusi mereka terhadap sekolahnya. Banyak guru-guru yang datang kesekolah atau kekelas, ada juga guru yang selalu dating, tapi dia tidak pernah menjelaskan materi, melainkan hanya memberikan tugas-tugas yang sangat banyak kepada murid-muridnya.
Sifat guru yang tidak pantas ditiru lainnya adalah merokok di lingkungan sekolah. Kita tahu bahwa murid-murid dilarang untuk merokok, Tetapi para guru dengan seenaknya memberikan contoh kepada murid-muridnya Lebih parah lagi, diantara sebagian guru yang merokok itu ada yang merokok di kelas sembari memberikan materi pelajaran. Tentu saja itu akan membuat proses pembelajaran terganggu dan tidak efektif.
Ternyata di jaman edan sekarang ini tidak hanya pejabat-pejabat tinggi yang bisa korupsi. Tapi para guru yang notabene pahlawan tanpa tanda jasa pun ikut-ikutan korupsi. Namun kalau pejabat memakan uang rakyat, guru memakan uang murid. Contoh kasus kecilnya adalah ketika guru memberikan beberapa lembar kertas fotokopian kepada muridnya, mereka menggandakan harganya menjadi berkali-kali lipat. Tidak hanya itu, mereka juga sering menaikkan uang LKS dan sebagainya. Dan inilah contoh kasus yang paling parah. Biasanya, pada akhir semester banyak murid terkena remedial karena nilainya tidak mencukupi. Namun banyak guru yang tidak memberikan remedial berupa “soal” kepada muridnya, melainkan berupa “barang”. Ya, barang seperti buku hingga alat-alat elektronik kecil seperti flashdisk, mixer dsb yang tentu saja tidak ada hubungannya sama sekali terhadap pelajaran.
Saya pikir, semua ini bisa terjadi karena tidak adanya aturan yang benar-benar tegas terhadap guru. Selama ini peraturan hanya identik dengan siswa. Selain itu, tidak adanya pengawasan dari siapapun juga sering membuat mereka berbuat semaunya. Terkadang, kepala sekolah yang seharusnya menjadi pengawas yang baikpun ikut larut dalam ketidakperdulian terhadap sikap para guru tersebut.
Seharusnya pemerintah membuat peraturan-peraturan yang disiplin terhadap para guru. Jika perlu, sebaiknya diberikan reward danpunishment agar kinerja guru juga semakin baik. Selain itu pemerintah juga sebaiknya membentuk badan/ lembaga yang bertugas untuk mengawasi para guru. Jadi disetiap sekolah ditugaskan beberapa orang untuk mengawasi kinerja guru menjadi lebih baik. Sertifikasi guru juga harus diperbaiki dan disusun ulang oleh pemerintah karena hal itu hanya mementingkan berkas-berkas dan kesenioritasan guru sehingga kemampuan mengajar guru menjadi tidak berkembang. Tidak hanya pemerintah, tetapi murid-murid juga punya peranan penting dalam mengatasi hal ini. Kita tahu selama ini murid-murid selalu beranggapan bahwa guru selalu benar, dan kalaupun salah mereka tidak pernah / tidak berani menegur guru itu secara langsung. Hal seperti itulah yang harusnya dirubah mulai dari sekarang. Para murid berhak menegur gurunya jika memang gurunya salah. Murid-murid tidak boleh beranggapan bahwa guru itu selalu benar karena guru itu adalah ,manusia dan pastinya mempunyai kesalahan juga.
Guru itu adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru dapat membuat murid-muridnya pintar. Membuat murid-muridnya menjadi dokter, mentri bahkan presiden. Guru itu adalah sebuah “panutan dan “contoh” bagi murid-muridnya. Ibarat peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jjika guru-guru berkelakuan buruk, sudah jelas kelakuan murinya akan lebih buruk lagi. Sebaliknya jika guru berkelakuan baik, sudah jelas murid-muridnya akan berkelakuan baik pula. Oleh karena itu kita harus mengembalikan citra guru di indonesia yang harum bak pahlawan seperti semula. Jika para guru sudah menjadi baik, maka murid-muridpun akan menjadi baik pula dan jika para tunas harapan bangsa kita tersebut sudah menjadi baik, maka kelak bangsa ini akan menjadi bangsa yan baik, amin.