Sabtu, 06 Agustus 2011

TV One dan Abu Rizal Bakrie


1.Pengenalan singkat  tvOne

tvOne merupakan sebuah televisi swasta yang berdiri pada tanggal  14 februari 2008 yang
dimiliki oleh Aburizal bakrie dan Adriansyah bakrie selaku wakil direktur utama, stasiun  televisi yang diresmikan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini yang memiliki konsentrasi  pada tayangan news and sport ini secara progresif menginspirasi masyarakat Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas agar berpikiran maju dan melakukan perbaikan bagi diri sendiri serta masyarakat sekitar.

·         Visi
tvOne secara korporasi mempunyai VISI untuk mencerdaskan semua lapisan masyarakay yang pada akhirnya memajukan bangsa.
·         Misi
-          Menjadi stasiun TV Berita & Olahraga nomor satu.
-          Menayangkan program News & Sport yang secara progresif mendidik pemirsa untuk berpikiran maju, positif dan cerdas.
-          Memilih program News & Sport yang informatif dan inovatif dalam penyajian dan kemasan.

Dengan visi dan misi seperti di atas, tentu saja tvOne ini berfungsi sebagai media massa yang
Sangat mengedepankan informasi bagi para pemirsanya. Mengedepankan berarti tercepat, hangat dan factual, ketiga unsure tersebut haruslah dimiliki semua stasiun televise apalagi tvOne yang menyebut dirinya sebagai stasiun news terdepan, dengan Aburizal bakrie sebagai pemilik tvOne, stasiun ini dapat berkembang dengan sangat cepat.



 2. Power of Mass Theory
         
          Sebelum menjelaskan lebih lanjut kasus terselubung antara TV One dan Abu Rizal Bakrie, alangkah sangat baiknya jika kita membahas tentang teorinya terlebih dahulu. Teori yang cocok dipakai dalam kasus ini adalah power of mass theory atau teori kekuatan media massa. Salah satu teori kekuatan media massa yg sangat cocok diterapkan dalam kasus ini adalah hypodermic needle theory atau yang dikenal di Indonesia sebagai teori jarum suntik.
                Disebut jarum suntik karena cara kerjanya memang seperti jarum suntik. Menusukkan informasi dan berita secara langsung kepada audiencenya seolah-olah jarum suntik yg menusuk tubuh seorang pasien. Dengan cara tersebut, tentu saja orang-orang yg  terkena tusuk akan mengalami efek secara cepat dan tidak terkontrol. Mereka akan menerima saja apapun yang diberitakan media tanpa menganalisis kebenarannya lagi.
                Seorang Abu Rizal Bakrie, bisa dikatakan sangat cerdik dalam memanfaatkan teori ini. Dia memanfaatkan tvOne yang merupakan sebuah jarum suntik besar dengan berisi virus-virus informasi di dalamnya. Alhasil kebanyakan orang Indonesia yang memang pendidikannya rendah dan kurang pintar dalam filterisasi informasi langsung termakan oleh teori seperti ini.


3. Review tvOne dan Aburizal Bakrie
               
                tvOne memiliki reputasi yang cukup baik di mata masyarakat kita sekarang ini, baik dari penyajian berita dan isi program acaranya. Kelompok kami sendiri sedikit memiliki pandangan yang agak berbeda dengan ini, mengapa ? karena kami menemukan beberapa fakta hitam tentnga tvOne ini yang fakta hitam ini tidak jauh juga dari pemilik stasiun ini Aburizal bakrie.
               
                Sebagai pemilik stasiun ini Aburizal bakrie bukanlah orang sembarangan ia merupakan orang yang terpandang di Indonesia ini, sebagai ketua umum partai Golkar dan juga sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia Aburizal bakrie memiliki power yang cukup kuat di Indonesia. Dengan hasil kekayaan dari usaha bisnisnya yang merupakan Bakrie corp. ia memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 28.626 miliar, harta bergerak senilai Rp 6.019 miliar, dan surat berharga Rp 1.286 triliun (pada tahun 2005). Tentu saja ia merupakan seorang yang terpandang di Indonesia ini.

                Apakah Aburizal bakrie memang se super power inikah di Indonesia ? memang dia sangat super power di Indonesia ini, tapi ia juga memiliki catatan hitam yang cukup memiliki “power” juga. Banyak kasus yang terkait dengan aburizal bakrie ini antara lain kasus pajak yang baru baru ini dialami oleh Bakrie corps yang ditaksir sebesar Rp 2 triliun tentu saja bukan track records yang baik bagi dia. Tapi mungkin tidak ada tindakan nyata pada kasus ini sehingga banyak mahasiswa yang tegabung dalam KAMRAD (Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Reformasi dan Demokrasi) berdemo meminta KPK mengusut kasus ini. Baiklah mungkin kasus ini terlalu berat untuk masyarakat awam sehingga kita tidak terlalu aware dengan kasus ini tapi bagaimana dengan kasus LUMPUR LAPINDO yang melanda bakrie corps ini ?  kasus besar yang tidak mungkin ada orang yang tidak aware dengan kasus ini tapi kembali nama bakrie hanya terdengar samar samar di kasus ini.



4. Kasus Aburizal Bakrie dan Hubungannya dengan tvOne

                Lumpur lapido. Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata tersebut? Pastinya pikiran anda langsung tertuju kepada lumpur yang menggenangi kecamatan porong, kabupaten sidoarjo, jawa timur . Pihak yang paling bertanggung jawab atas terjadinya insiden ini adalah PT Lapindo brantas, perusahaan yang sedang menjalankan proyeknya saat insiden itu terjadi. PT Lapindo Brantas dituntut untuk bertanggung jawab karena diduga kuat proyek yang mereka jalankan itulah yang menyebabkan insieden ini terjadi.

Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Sampai Mei 2009, PT Lapindo, melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp. 6 Triliun. Akibat tergenangnya hampir seluruh wilayah sidoarjo, dua belas desa dan tiga kecamatan ludes digenangi lumpur. Ribuan rumah warga tenggelam sehingga warga harus mengungsi di tenda-tenda darurat. Tidak hanya rumah warga, bahkan lahan pertanian dan peternakan, perkantoran, juga sekolah-sekolah yang seharusnya menjadi tempat anak bangsa menuntut ilmu juga tak luput dari genangan lumpur.

Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur, diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun demikian, lumpur terus menyembur setiap harinya, sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol, yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Selain memasang tanggul, sebenarnya masih banyak cara-cara lain yang dapat ditempuh, mulai dari pengeboran ulang hingga membuat sumur-sumur baru, namun sampai saat ini cara-cara tersebut belum berhasil.

Dibalik semua corat-marit tersebut, ada satu orang yang sebenarnya dituntut untuk bertanggung jawab baik oleh pemerintah maupun masyarakat atas  insiden ini. Ya, tentu saja orang tersebut adalah pemimpin PT Lapindo Brantas, yaitu Abu Rizal Bakrie. Bagaikan gayung bersambut,  tokoh yang juga merupakan pemilik TV One, salah satu perusahaan televisi swasta di Indonesia itu,  mengaku dengan sendirinya bahwa insiden ini murni atas kesalahan perusahaannya dan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas semua kerugian yang ditanggung.
Sekilas, walaupun lumpur lapindo masih terus menyembur dan menggenangi wilayah sidoarjo sampai saat ini, namun segala penanggulangan seperti biaya ganti rugi sudah diselesaikan oleh PT lapindo brantas.  Namun, jika kita selidiki secara mendalam, untuk semua kehilangan itu PT Lapindo Brantas hanya memberikan ganti rugi dengan membeli tanah, rumah, dan sawah para korban. Itu pun yang menurut Peraturan Presiden selesai dalam dua tahun setelah bencana. Namun, hingga kini baru 60 persen korban menerima ganti rugi ini. Tak ada ganti rugi soal kesehatan, pendidikan, sosial, dan pencemaran lingkungan.

Lalu bagaimana seorang bakrie dapat menutupi semua kesemrawutan diatas? Ya, hal itu semata-mata dikarenakan bakrie dapat dengan mudahnya menguasai media. Kita tahu, selain sebagai pemimpin tertinggi PT. Lapindo Brantas, Abu Rizal Bakrie juga merupakan pemimpin salah satu media berita terbesar di Indonesia saat ini. Dengan memanfaatkan media yang dipimpinnya tersebut, gampang saja baginya untuk memanipulasi berita. Misalnya, cukup dengan mewawancarai salah seorang korban yang sudah mendapatkan ganti rugi yang layak dan menyiarkannya di televisi, maka namanya pun akan menjadi bersih. Padahal dibalik semua itu, masih sangat banyak orang-orang yang merasa dirugikan dan belum mendapatkan ganti rugi yang setimpal. Intinya, bakrie dapat dengan mudahnya menyebarkan berita baik dan menyimpan berita buruk tentang dirinya.

   Karena TV One merupakan salah satu media berita terbesar di Indonesia, tentu saja akan menjadi patokan bagi media-media kecil lainnya. Pada akhirnya, dengan mengacu kepada TV One, media-media kecil seperti televisi, koran, atau radio lokal juga memberitakan bahwa persoalan-persoalan lumpur Lapindo telah kelar. Para korban sudah mendapatkan ganti rugi dan mendapatkan rumah, serta keluarga Bakrie sudah mengeluarkan Rp6,2 triliun untuk menangani kasus ini. Mereka mengutip pernyataan-pernyataan ini bulat-bulat tanpa melihat masih banyak korban mengungsi, rumah-rumah yang diberikan masih bermasalah sertifikat, rel-rel kereta api belum diganti, sungai dan laut Porong yang tercemar dan rusak, tambak-tambak, sekolah-sekolah, pondok-pondok pesantren yang semua rusak dan belum diganti.



4. PEMBERSIHAN NAMA BAKRIE ATAS KASUS INI
               
Kita mengetahui bahwa media massa berperan sebagai :
·         Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
·         Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
·         Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.
Nah dari ketiga hal tersebut, kita dapat melihat bahwa apakah tvone melaksanakan peran tersebut dengan baik? Mereka melakukannya hanya untuk pencitraan mereka yang negative. Aburizal Bakrie sebagai pemilik tvone, tentu saja dia ingin mengubah citranya agar menjadi postif terutama setelah ada masalah dengan kasus lumpur lapindo. Karena dia dengan leluasa memainkan medianya untuk mengubah pandangan masyarakt tentang dirinya.. padahal di lapangan masih banyak fakta yg belum terungkap, seperti yang tertulis di isi Perpres 14/2007  dan PIJB. Lalu sudah 3 tahun kasus ini tak kunjung tuntas, yang ada malah mulai terkuaknya sejumlah fakta ke masyarakat. Lalu bagaimana aburizal bakrie menutupi kasus ini?  Setelah dia bermain dengan medianya, yang akhirnya susah untuk ditutupi, lalu ia mulai untuk main kea rah politik, yaitu dengan mencalonkan diri sebagai ketua umum partai GOLKAR. Perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar makin seru, karena akan menentukan posisi partai setelah pilpres 2009. Merapat ke SBY atau menjadi oposisi. Sang kandidat Ketua Umum Golkar yang juga mantan petinggi Group Bakrie Aburizal Bakrie dikabarkan ingin membawa partai merapat ke kubu SBY. Alasannya, Golkar biasa kerja di pemerintahan. Jadi jika nanti mantan petinggi Group Bakrie Aburizal Bakrie berhasil merebut kursi Ketua Umum Golkar dan kemudian merapat ke SBY, maka dapat dipastikan konflik kepentingan dalam penyelesaian kasus Lapindo akan kembali terulang. Artinya, pemerintah makin tidak berdaya berhadapan dengan Lapindo. Berbagai penyesatan informasi yang mengiringi kasus Lapindo akan menguap. Begitu pula mengenai dokumen rahasia Medco mengenai kasus Lapindo pun dipastikan tidak akan ditindaklanjuti pemerintah.
Tidak hanya dengan cara politik, tetapi ia mulai dengan cara lain, yaitu ia mengadakan BAKRIE AWARDS. Akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, para penerima Bakrie Award, tentu mengikuti berita-berita lumpur Lapindo–yang hingga kini aktif menyemburkan lumpur panas 100.000 meter kubik tiap hari. Sehingga, sebagian dari penerima awards ini banyak yang memulangkan kembali penghargaan yang telah diberikan. Tak ada ganti rugi soal kesehatan, pendidikan, sosial, dan pencemaran lingkungan. Di ranah hukum, gugatan perdata di pengadilan yang diajukan YLBHI maupun banding oleh Walhi, kalah. Dan tuntutan pidana pun dihentikan. Di ranah politik, karier politik Bakrie kian mencorong dengan memenangi bursa pencalonan ketua umum Partai Golkar. Orang-orang dekat Bakrie seperti Andi Alfian Mallarangeng, kini menuju kursi Partai Demokrat 1 (meskipun akhirnya kalah) dan Yuniwati Teryana Vice President External Relation Lapindo Brantas Inc, Gesang Budiarso Anggota Dewan Komisaris MLJ, dan Bambang Prasetyo Widodo Direktur Operasional MLJ, mengincar posisi Bupati Sidoarjo. Pemerintah Jawa Timur kini seakan patah arang dan menyerah menangani kasus Lapindo. Lebih parah, pansus DPRD Sidoarjo bahkan tak punya inventaris data aset pemerintah kabupaten yang tenggelam dalam lumpur. Dan setelah empat tahun bencana lumpur ini, baru kemarin (20/6), pansus mendesak pemerintah kabupaten menginventarisasi aset-aset itu dan meminta ganti rugi pada Lapindo.
Bisa dibayangkan betapa mengerikan, akibatnya, jika Jawa Timur dipimpin oleh orang-orang yang ada kaitan dengan perusahaan Lapindo alias orang-orang Bakrie. Tentu sudah banyak yang tahu, jika Bakrie memodali banyak media baik online, cetak, maupun televisi. Media-media ini tidak membicarakan keburukan bahkan serempak mendorongkan opini bahwa Lumpur Lapindo karena ulah gempa Yogyakarta 26 Mei 2006. Opini ini dibantah dengan lantang oleh para geolog internasional dalam pertemuan ilmiah geolog di Cape Town, Afrika Selatan. Dari 42 geolog yang hadir, hanya tiga orang, yang menyatakan hubungan lumpur dengan gempa. Tentu juga tahu, dua dari tiga orang-orang itu punya hubungan khusus dengan Lapindo. Semua ini adalah kejahatan dan ketidakadilan yang sistemis!
Tak hanya itu, media-media ini juga memberitakan pernyataan-pernyataan Bakrie bahwa persoalan-persoalan lumpur Lapindo telah kelar. Para korban sudah mendapatkan ganti rugi dan mendapatkan rumah, serta keluarga Bakrie sudah mengeluarkan Rp6,2 triliun untuk menangani kasus ini. Mereka mengutip pernyataan-pernyataan ini bulat-bulat tanpa melihat masih banyak korban mengungsi, rumah-rumah yang diberikan masih bermasalah sertifikat, rel-rel kereta api belum diganti, sungai dan laut Porong yang tercemar dan rusak, tambak-tambak, sekolah-sekolah, pondok-pondok pesantren yang semua rusak dan belum diganti.
Para ahli geologi meyakini semburan lumpur Lapindo akan tetap aktif menyembur hingga 30 tahun ke depan. Akankah diam selama 30 tahun dan menunggu jumlah korban makin banyak hingga akan sadar ketidakadilan ini?

Kamis, 21 Juli 2011

Perbedaan Naskah Radio Umum dan Naskah Radio Anak


NASKAH RADIO UMUM

IRWAN YULIANSYAH DAN NANDI MAHYAR TEWAS/ SETELAH SEPEDA MOTOR YANG MEREKA TUMPANGI/ BERTABRAKAN DENGAN TRUK PENGANGKAT PASIR// KECELAKAAN TERSEBUT TERJADI KETIKA KEDUANYA MELAHAP SEBUAH TIKUNGAN DI JALAN PARIGI-PANYINDANGAN/ KAMPUNG BABAKAN LOA/ DESA MARGAMUKTI/ KECAMATAN SUMEDANG UTARA/ TEPATNYA DI DEPAN PASAR BAMBU KUNING/ JAM 9 PAGI INI//  KECEELAKAAN TERSEBUT TERJADI KARENA KEDUA REMAJA TERSEBUT MENIKUNG TERLALU KE TENGAH//  SAAT BERSAMAAN/ DARI ARAH BERLAWANAN/ DATANG TRUK DIESEL PENGANGKUT PASIR/ /  MISNA YANG MERUPAKAN SUPIR TRUK TERSEBUT/  MENGATAKAN BAHWA MOTOR YANG DIKENDARAI KEDUA REMAJA TERSEBUT TERLALU KENCANG/ SEHINGGA DIA TIDAK SEMPAT UNTUK MENGEREM //  AKIBAT KECELAKAAN TERSEBUT IWAN TERLINDAS RODA BELAKANG TRUK/ SEMENTARA NANDI YANG DIBONCENG TERLINDAS RODA BAN DEPAN//  KEDUA KORBAN SEMPAT DIBAWA KE RUMAH SAKIT NAMUN APA DAYA NYAWA MEREKA TIDAK TERSELAMATKAN/


NASKAH RADIO ANAK

NAH ADIK-ADIK SEMUANYA/ SEBELUM KAKAK MUTERIN LAGU SELANJUTNYA/ SEKARANG KAKAK MAU NGSASIH INFO DULU NIH BUAT KALIAN SEMUA NIH// JADI SEKITAR JAM 9 TADI PAGI/ ADA KECELAKAAN ANTARA MOTOR YANG DIKENDARAI 2 ORANG REMAJA/ DENGAN MOBIL PENGANGKUT PASIR//  KECELAKAANNYA TERJADI DI JALAN PARIGI PANYINDANGAN/ KAMPUNG BABAKAN LOA/ DESA MARGAMUKTI/ KECAMATAN SUMEDANG UTARA/ YANG DI DEPAN PASAR BAMBU KUNING ITU LOH ADIK-ADIK/ TAU KAN?//  JADI GINI NIH CERITANYA/ KEDUA REMAJA YANG PAKE MOTOR ITU MENIKUNG TERLALU KE KANAN//  LAGIPULA NIH/ MEREKA JUGA BAWA MOTORNYA TERLALU NGEBUT/ SAMPE-SAMPE PAK SOPIR TRUK PUN KAGET DAN GAK SEMPAT MENGEREM TRUKNYA//  AKIBAT KEJADIAN INI, KAKAK IRWAN YULIANSYAH YANG BAWA MOTOR/ DAN KAK NANDI MAHYAR YANG DIBONCENG/ MENGALAMI LUKA PARAH// WALAU SEMPAT DIBAWA KE RUMAH SAKIT/ TAPI NYAWA MEREKA TIDAK TERTOLONG/ YAAH KASIAN YA ADIK-ADIK?//  NAH MAKANYA KALO ADIK-ADIK SEMUA LAGI DALAM PERJALANAN HARUS HATI-HATI, JANGAN NGEBUT-NGEBUT. TERUS SEBELUM BERANGKAT JANGAN LUPA BERDOA. OK?

Kamis, 19 Mei 2011

Argumentative Essay: National Examination Must be Stopped



Seventeen-years-old girl tried to jump from the top of BSM building. She tried to kill herself. If the mall security failed to stop her, she would become 16th student who have been killed in this week because of national examination. National examination is an exam to evaluate the education degree of student in elementary school, junior high school and senior high school. The students who pass the exam can continue their study to higher level while the students who are not will have to stay and follow the next national examination. This exam has become a big problem in Indonesia recently. As the one who ever join and feel the atmosphere of national examination, I believe that this exam would be a big problem because is unfair, full of cheating, and could disturb student’s mental & psychological.
How long we study at school? It takes six years in elementary school and three years in junior/senior high school. And how long we do the national examination? It is only takes a few days. So, do you think it is fair? Of course not! Many years we have spent our time to study at school only decided by a few days. Just imagine how lucky the lazy student who rarely come to the school, follow the exam and pass it. And now imagine how unfortunate the diligent student who always come to the school, follow the exam and fail.
It is not a secret again that national examination is full of cheating. All people know about that.  Almost every students, no matter how stupid or smart they are, is cheating. Not only students, teachers hand headmaster are also trying to help their students in this exam. From sending a short message until come directly to the class, everything they do as long as they can make their students pass by 100%. After all that bad things happen, just imagine what will happen with our youngster? Cheating will become their habit & in the future, this country will be lead by many cheating leader. Oh, poor Indonesia.
Student’s mental & psychological is also can be disturbed by the national examination. It is very natural that the students, who are still child and teenager, will be stressful to face that kind of pressure. As a result, they cannot answer the question as smooth as their quality of brain and intelligence has to. Furthermore, students who failed in this exam can be really stressful and hopeless. They are become frustration. They do many dangerous things to express their sadness and anger such as, race, drug, free sex, until doing a suicide.
Peoples claim that national examination is very good for education in Indonesia. They said that it can evaluate and standardize our student’s education degree. I totally disagree with that statement. According to me, many students can pass the national examination because of their luck, not because they are diligent or clever. Yes, they are lucky to get the answer from teacher or friend. They are also lucky to have a healthy body when national examination being held. So, national examination cannot be the evaluation and standardization for our student’s education degree.
            For many years, national examination has become very big problem for educational system in Indonesia. Education is a branch of everything. If this educational problem cannot be finished as soon as possible, all aspect in this country like economical, political, social & cultural will broken too. In short, I think there are no reasons for continuing national examination. National examination must be stopped and changed by a new better system.



Rabu, 27 April 2011

Kenapa Harus Ibu Kartini?

(Oke, ini tugas naskah pidato public speaking gw, karena gw pikir hasilnya lumayan, akhirnya gw memutuskan untuk posting di blog. Enjoy guys!)

Ibu kita kartini, putri sejati, putri indonesia, harum namanya (song). Anda semua pasti tahu dan kenal betul dengan lagu yang saya nyanyikan barusan. Ya, itu tadi adalah sebuah lirik lagu yang didedikasikan untuk ibu pelopor emansipasi wanita indonesia kita, Raden Ajeng Kartini. Tapi tahukah anda sejarah mengenai Raden Ajeng Kartini ini? Bagaimana usaha dan kerja keras beliau untuk meningkatkan derajat wanita indonesia? Hhhmm, terus terang saya kurang yakin, karena itu dalam kesempatan kali ini saya akan menceritakan kembali sejarah singkat mengenai ibu kartini ini.
RA kartini  lahir di jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879. Di massa hidupnya, beliau sering mempelajari budaya-budaya wanita eropa dengan aktif membaca dan mempelajari berbagai artikel mengenai budaya wanita eropa. Beliau juga aktif menjalin relasi dengan teman korespondensi belandanya dengan cara mencurahkan isi pikirannya di dalam surat dan mengirim ke teman-teman korespondensinya. Sayangnya hidup katini tidak lama. Beliau wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Selanjutnya, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang yang kita kenal hingga sekarang. Tidak hanya sebuah buku, kerja keras dan pemikiran yang tergambar di dalam surat-surat kartini juga berhasil menghasilkan sebuah sekolah wanita yang kemudian diberi nama sekolah kartini.
Jadi sekarang kita sudah sedikit tahu, dari hasil buah pemikiran kartini yang dituangkan ke dalam surat-surat dan kemudian di kirimkan kepada teman-teman korespondensinya, muncullah sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” & “Sekolah Kartini” yang dianggap sebagai inspirasi kebangkitan wanita indonesia yang status sosialnya sempat terpuruk dalam waktu yang cukup lama. Dan jadilah RA Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah, kenapa seorang wanita yang “hanya” menulis ide dan pemikirannya di surat kemudian bisa dinobatkan sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa Indonesia? Padahal masih banyak pahlawan wanita kita lainnya seperti cut nyak dien, cut nyak meutia ataupun Martha Christina Tiahahu yang bahkan ikut angkat senjata mendampingi pria-pria perkasa untuk melawan belanda.
Sebelumnya saya minta maaf kepada kalian yang merupakan fans kartini sejati, saya disini  sama sekali tidak mencoba untuk meragukan integritas seorang RA kartini. Namun saya hanya mencoba untuk mengajak diri saya dan anda semua untuk berpikir kritis dengan membandingkan perjuangan kartini dengan pahlawan-pahlawan wanita indonesia lainnya. Tapi jangan khawatir, saya akan mencoba menjawab pertanyaan kritis saya dengan jawaban yang kritis pula.
RA Kartini memang tidak pernah mengangkat senjata untuk melawan penjajah belanda seperti para pahlawan wanita lainnya. Namun coba pikir lagi, apalah artinya ikut berperang dan berhasil menumbangkan banyak lawan jika tidak bisa membuat kondisi kita sendiri menjadi bangkit? RA Kartini berbeda dari pahlawan lainnya. She is a unique hero. Pahlawan lain mengangkat derajat dan martabat bangsa indonesia dengan berperang mengalahkan penjajah. Namun kartini mengangkat derajat dan martabat bangsa indonesia, dengan meninggikan kualitas bangsa indonesia itu sendiri. Karena itulah saya pikir seorang RA Kartini pantas dijadikan sebagai pelopor emansipasi wanita sekaligus pahlawan bangsa. Terkadang, tidak harus selalu berperang dan bersimbah darah untuk menjadi pahlawan kan? Dengan ide, gagasan atau apapun itu, selama yang dihasilkan orang itu dapat membangkitkan dan mengharumkan nama bangsa, tentu saja patut disebut sebagai pahlawan.

Senin, 25 April 2011

Argumentative Paragraph: Wearing School Uniform, Why Not?



            Almost every school especially in indonesia has their own uniform. This year, our campus Institut Manajemen Telkom is trying to make a rule for their student to  wear uniform. Pro & contra appear about this rule. Many student disagree but still there are some who agree. So, how about me? Yes, I am the one who totally agree with this rule. Although have some negative effect to my own self, like I can not make my self cool with my own style, wearing school uniform have many positive effect in general. First, it can erase social envy. We wear the same clothes, so there are no differences beetwen the rich and the poor. Not only can erase social envy, but wearing uniform also can continue our campus tradition. For many years, we know that two other institutions in YPT, Institut Teknologi Telkom & Politeknik Telkom always wear their own uniform. So why dont we? The final reason is because the uniform is like a symbol or a sign for a student. By wearing uniform, all people would  know what school we come from. So it will be better to take care your attitude when we are wearing a uniform. In conclusion, although have some negative effects in personal, wearing school uniform has many positive effects in general.